Kamis, 12 Mei 2016
Filosofi Pembelajaran QS Al Ma’un KH Ahmad Dahlan dan Pendidikan di Indonesia
Tanggal 2 mei merupakan tanggal yang istimewa bagi bangsa Indonesia
, khususnya para pelaku pendidikan di negara kita. Apakah gerangan tanggal 2
mei sehingga menjadi tanggal yang istimewa bagi kita? Monggo reader bisa simak
tulisan saya yang ini http://filikhwan.blogspot.co.id/2016/05/legenda-angka-22-kelahiran-yang-di.html
Masih teringat jelas tadi pagi ketika saya mengikuti apel rutin
mingguan di sekolah, seperti biasa setiap senin pagi sebelum memulai aktivitas
belajar mengajar seluruh siswa dan segenap guru berbaris rapi di halaman
sekolah. Pada saat itu yang bertugas sebagai pembina upacara adalah ibu kepala
sekolah. Upacara pada hari ini sedikit berbeda, karena pada apel pagi kali ini
Ibu kepala sekolah menyampaikan pidato dari bapak mentri pendidikan kita,
beliau Bapak Anis Baswedan. Hal itu sampaikan oleh Ibu kepala sekolah karena
hari ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Dalam pidato pak mentri yang disampaikan oleh Ibu kepala Sekolah,
saya menangkap beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan. Dalam isi teks
pidato beliau Bapak Mentri Pendidikan Nasional menyatakan bahwa zaman saat ini
sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun bahkan puluhan tahun yang lalu, kini
persaingan ada dimana-mana mulai lebih detail dalam segala aspek kehidupan,
termasuk pendidikan. Ditambah saat ini
sudah diberlakukanya kebijakan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Sebagai
resiko dan konsekwensi Indonesia sebagai bagian dari anggota Asean, maka mau
tidak mau bangsa Indonesia harus ikut andil maupun berkontribusi dalam MEA.
Maka dari itu, sudah seharusnya pemerintah dan masyarakat saling bahu membahu
memantaskan diri dalam segala aspek, baik dalam bidang ekonomi, hukum, sosial
khususnya dalam pembahasan ini adalah pendidikan. Bangsa Indonesia harus
bergerak progresif untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainya di kancah
Internasional.
Menjadi sebuah harapan pribadi beliau Bapak Mentri dan saya rasa
juga merupakan harapan seluruh rakyat Indonesia, bahwa kuwalitas pendididkan
Indonesia dapat diperhitungkan dan bersaing di level Internasional. Oleh karena
itu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia mempunyai andil yang
sangat penting dalam proses itu, menentukan masa depan Indonesia khususnya
dalam dunia pendidikan. Mengapa pendidikan menjadi suatu yang penting untuk
meningkatkan daya saing bangsa ? karena dengan pendidikan masyarakat dapat
meningkatkan kuwalitas kehidupanya. Dan jika setiap individu memiliki
pendidikan yang baik, maka in syaa Allah akan mendukung untuk semankin
bersaingnya bangsa Indonesia di level Internasional.
Saat ini pemerintah berharap selain berusaha memperbaiki sistem,
sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia , masyarakat juga pro aktif
membantu pemerintah dalam meningkatkan kuwalitas sumber daya menusia. Karena
kuwalitas sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan
masa depan pendidikan di Indonesia. Mau menjadi apa dan seperti apa orientasi
dan wajah pendidikan di indonesia, peran pemerintah dan masyarakat khsusunya
para pelaku pendidikan yang menentukan.
Berbicara mengenai kuwalitas pendidikan Indonesia, salah
satunya adalah bagaimana dan sejauhmana
daya saing dari kemampuan sumber daya manusia di negri ini. Akhir- akhir ini
kita sering mendengar bahwa tujuan ataupun orientasi pendidikan yang digalakan
oleh pemerintah bukan hanya sekedar kualitas akademik tetapi juga diimbangi
dengan kualitas kepribadian. Hal itu bisa kita lihat bagaiaman dengan adanya
integrasi karakter dalam materi pembelajaran yang ada adalam kurikulum 2013 (
K-13).
Kenapa demikan? Coba kita lihat saja dari awal adanya pemerintahan
di Indonesia. Kita ambil contoh sejak Indonesia masih dalam kekuasaan Soeharto hingga presiden saat ini Jokowi.
Adanya bentuk kriminal dari kasus yang ringan hingga kasus yang berat
sekalipun, sepertihalnya kasus korupsi. Para pelaku saya rasa mayoritas pernah
mengenyam dunia pendidikan, bahkan jika melihat para pelaku korupsi mereka mayoritas
orang-orang berpendidikan tinggi. Bukankah tadi saya menyebutkan bahwa salah
satu kunci masa depan bangsa Indonesia adalah kuwalitas pendidikan sumber daya
manusianya? Lalu kenapa justru mereka tega merusak masa depan Indonesia dengan
perilaku korupsi mereka?
Jawabanya adalah karena mereka tidak atau belum memiliki karakter
pribadi yang baik, meskipun mereka orang-orang yang berilmu. Oleh karena itu
pemerintah mencoba untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam dunia
pendidikan di Indonesia. Tapi saya rasa lagi – lagi tidak sedikit orang-orang
pintar yang terjerat kaus korupsi yang mengancam masa depan bangsa Indoenesia.
Tidak sedikit kasus kriminal yang dilakukan oleh anak- hingga remaja saat ini.
Lalu yang menjadi pertanyaan saat ini, sudah idealkan sistem atau model
pendidikan di Indonesia saat ini?
Saat ini bukan lagi sekedar masalah hanya orang-orang kaya dan
bangsawan yang dapat mengenyam pendidikan. Sepertihalnya dulu ketika Ki Hajar
Dewantaro memeperjuangkan hal tersebut. Tapi lebih bagaimana meningkatkan
kuwalitas sumberdaya manusia di Indonesia salah satunya melalui sistem
pendidikan yang ada. Sistem pendidikan yang mampu membuat sumber saya manuisa
di Indoneisa baik dalam kuwalitas akademik maupun karakternya.
Mengenai hal ini saya jadi teringat salah satu filosofi pengajaran QS
Al-Maun yang dibumikan oleh KH Ahmad Dahlan, seseorang yang saya rasa juga
memiliki andil dalam dunia pendidikan jauh sebelum Ki Hajar Dewantoro dengan
Taman Siswanya pada tahun 1922. Karena sejak 1912 KH. Ahmad Dahlan sudah
memulai kiprahnya dalam dunia pendidikan di Indonesia dibawah naungan
organisasi Muhammadiyah.
KH. Ahmad Dahlan mengajarkan banyak hal kepada para muridnya. Salah
satu ilmu yang beliau ajarkan adalah tentang QS Al-Maun. Suatu saat para
muridnya menanyakan kepada KH. Ahmad Dahlan mengapa gurunya mengajarkanya
berulang kali. Lalu KH. Ahmad Dahlan justru menanyakan kembali pada para
muridnya, sudahkan kalian mengamalkanya? Hingga akhirnya KH. Ahmad Dahlan dan
para muridnya mencoba untuk mengamalkan ilmu yang didapat dari QS Al-Mau’un
dengan cara mencari anak-anak kurang mampu, yatim-piatu di daerah sekitar untuk
dimandikan, diberi pakaian layak dan diajarkan berbagai ilmu.
Melihat model pembelajaran KH. Ahmad Dahlan yang pada saat itu
mengajarkan suatu ilmu berulang-ulang hingga ilmu tersebut benar-benar mampu di
aplikasikan. Maka dapat diambil hikmah bahwasanya KH. Ahmad Dahlan sebenarnya
ingin muridnya tidak hanya memahami suatu
ilmu tetapi juga mampu mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini
berkaitan dengan upaya pemerintah yang berusaha untuk meningkatkan kuwalitas
SDM dalam pendidikan baik dari sisi akademik maupun karakter kepribadian. Jika
melihat usaha yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan dan beberapa permasalahan
pendidikan di Indoensia maka sudah seharusnya pemerintah bersama para pelaku pendidik
di Indonesia memperbaiki sistem pendidikan yang ada saat ini, sehingga mampu
menaikan kuwalitas sumber daya manusia dalam pendidikan baik dari segi akademik
maupun kepribadian sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar mampu untuk
diterapkan dan memberi manfaat yang nyata untuk kehidupan dunia maupun akhirat, tentunya
dengan dibarengi kebijakan yang mendukung guna tercapainya tujuan pendidikan
yang sebenarnya.
Jogja,
2 Mei 2016 pukul 22.00 WIB
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.












0 komentar: