Find Me On Facebook Clicking Here!

Ad 468 X 60

Free

Kamis, 12 Mei 2016

Widgets

Filosofi Pembelajaran QS Al Ma’un KH Ahmad Dahlan dan Pendidikan di Indonesia


Tanggal 2 mei merupakan tanggal yang istimewa bagi bangsa Indonesia , khususnya para pelaku pendidikan di negara kita. Apakah gerangan tanggal 2 mei sehingga menjadi tanggal yang istimewa bagi kita? Monggo reader bisa simak tulisan saya  yang ini http://filikhwan.blogspot.co.id/2016/05/legenda-angka-22-kelahiran-yang-di.html
Masih teringat jelas tadi pagi ketika saya mengikuti apel rutin mingguan di sekolah, seperti biasa setiap senin pagi sebelum memulai aktivitas belajar mengajar seluruh siswa dan segenap guru berbaris rapi di halaman sekolah. Pada saat itu yang bertugas sebagai pembina upacara adalah ibu kepala sekolah. Upacara pada hari ini sedikit berbeda, karena pada apel pagi kali ini Ibu kepala sekolah menyampaikan pidato dari bapak mentri pendidikan kita, beliau Bapak Anis Baswedan. Hal itu sampaikan oleh Ibu kepala sekolah karena hari ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Dalam pidato pak mentri yang disampaikan oleh Ibu kepala Sekolah, saya menangkap beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan. Dalam isi teks pidato beliau Bapak Mentri Pendidikan Nasional menyatakan bahwa zaman saat ini sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun bahkan puluhan tahun yang lalu, kini persaingan ada dimana-mana mulai lebih detail dalam segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan.  Ditambah saat ini sudah diberlakukanya kebijakan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Sebagai resiko dan konsekwensi Indonesia sebagai bagian dari anggota Asean, maka mau tidak mau bangsa Indonesia harus ikut andil maupun berkontribusi dalam MEA. Maka dari itu, sudah seharusnya pemerintah dan masyarakat saling bahu membahu memantaskan diri dalam segala aspek, baik dalam bidang ekonomi, hukum, sosial khususnya dalam pembahasan ini adalah pendidikan. Bangsa Indonesia harus bergerak progresif untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainya di kancah Internasional.
Menjadi sebuah harapan pribadi beliau Bapak Mentri dan saya rasa juga merupakan harapan seluruh rakyat Indonesia, bahwa kuwalitas pendididkan Indonesia dapat diperhitungkan dan bersaing di level Internasional. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia mempunyai andil yang sangat penting dalam proses itu, menentukan masa depan Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan. Mengapa pendidikan menjadi suatu yang penting untuk meningkatkan daya saing bangsa ? karena dengan pendidikan masyarakat dapat meningkatkan kuwalitas kehidupanya. Dan jika setiap individu memiliki pendidikan yang baik, maka in syaa Allah akan mendukung untuk semankin bersaingnya bangsa Indonesia di level Internasional.
Saat ini pemerintah berharap selain berusaha memperbaiki sistem, sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia , masyarakat juga pro aktif membantu pemerintah dalam meningkatkan kuwalitas sumber daya menusia. Karena kuwalitas sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan masa depan pendidikan di Indonesia. Mau menjadi apa dan seperti apa orientasi dan wajah pendidikan di indonesia, peran pemerintah dan masyarakat khsusunya para pelaku pendidikan yang menentukan.
Berbicara mengenai kuwalitas pendidikan Indonesia, salah satunya  adalah bagaimana dan sejauhmana daya saing dari kemampuan sumber daya manusia di negri ini. Akhir- akhir ini kita sering mendengar bahwa tujuan ataupun orientasi pendidikan yang digalakan oleh pemerintah bukan hanya sekedar kualitas akademik tetapi juga diimbangi dengan kualitas kepribadian. Hal itu bisa kita lihat bagaiaman dengan adanya integrasi karakter dalam materi pembelajaran yang ada adalam kurikulum 2013 ( K-13).
Kenapa demikan? Coba kita lihat saja dari awal adanya pemerintahan di Indonesia. Kita ambil contoh sejak Indonesia masih dalam kekuasaan  Soeharto hingga presiden saat ini Jokowi. Adanya bentuk kriminal dari kasus yang ringan hingga kasus yang berat sekalipun, sepertihalnya kasus korupsi. Para pelaku saya rasa mayoritas pernah mengenyam dunia pendidikan, bahkan jika melihat para pelaku korupsi mereka mayoritas orang-orang berpendidikan tinggi. Bukankah tadi saya menyebutkan bahwa salah satu kunci masa depan bangsa Indonesia adalah kuwalitas pendidikan sumber daya manusianya? Lalu kenapa justru mereka tega merusak masa depan Indonesia dengan perilaku korupsi mereka?
Jawabanya adalah karena mereka tidak atau belum memiliki karakter pribadi yang baik, meskipun mereka orang-orang yang berilmu. Oleh karena itu pemerintah mencoba untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tapi saya rasa lagi – lagi tidak sedikit orang-orang pintar yang terjerat kaus korupsi yang mengancam masa depan bangsa Indoenesia. Tidak sedikit kasus kriminal yang dilakukan oleh anak- hingga remaja saat ini. Lalu yang menjadi pertanyaan saat ini, sudah idealkan sistem atau model pendidikan di Indonesia saat ini?
Saat ini bukan lagi sekedar masalah hanya orang-orang kaya dan bangsawan yang dapat mengenyam pendidikan. Sepertihalnya dulu ketika Ki Hajar Dewantaro memeperjuangkan hal tersebut. Tapi lebih bagaimana meningkatkan kuwalitas sumberdaya manusia di Indonesia salah satunya melalui sistem pendidikan yang ada. Sistem pendidikan yang mampu membuat sumber saya manuisa di Indoneisa baik dalam kuwalitas akademik maupun karakternya.
Mengenai hal ini saya jadi teringat salah satu filosofi pengajaran QS Al-Maun yang dibumikan oleh KH Ahmad Dahlan, seseorang yang saya rasa juga memiliki andil dalam dunia pendidikan jauh sebelum Ki Hajar Dewantoro dengan Taman Siswanya pada tahun 1922. Karena sejak 1912 KH. Ahmad Dahlan sudah memulai kiprahnya dalam dunia pendidikan di Indonesia dibawah naungan organisasi Muhammadiyah.
KH. Ahmad Dahlan mengajarkan banyak hal kepada para muridnya. Salah satu ilmu yang beliau ajarkan adalah tentang QS Al-Maun. Suatu saat para muridnya menanyakan kepada KH. Ahmad Dahlan mengapa gurunya mengajarkanya berulang kali. Lalu KH. Ahmad Dahlan justru menanyakan kembali pada para muridnya, sudahkan kalian mengamalkanya? Hingga akhirnya KH. Ahmad Dahlan dan para muridnya mencoba untuk mengamalkan ilmu yang didapat dari QS Al-Mau’un dengan cara mencari anak-anak kurang mampu, yatim-piatu di daerah sekitar untuk dimandikan, diberi pakaian layak dan diajarkan berbagai ilmu.
Melihat model pembelajaran KH. Ahmad Dahlan yang pada saat itu mengajarkan suatu ilmu berulang-ulang hingga ilmu tersebut benar-benar mampu di aplikasikan. Maka dapat diambil hikmah bahwasanya KH. Ahmad Dahlan sebenarnya ingin  muridnya tidak hanya memahami suatu ilmu tetapi juga mampu mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah yang berusaha untuk meningkatkan kuwalitas SDM dalam pendidikan baik dari sisi akademik maupun karakter kepribadian. Jika melihat usaha yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan dan beberapa permasalahan pendidikan di Indoensia maka sudah seharusnya pemerintah bersama para pelaku pendidik di Indonesia memperbaiki sistem pendidikan yang ada saat ini, sehingga mampu menaikan kuwalitas sumber daya manusia dalam pendidikan baik dari segi akademik maupun kepribadian sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar mampu untuk diterapkan dan memberi manfaat yang nyata untuk  kehidupan dunia maupun akhirat, tentunya dengan dibarengi kebijakan yang mendukung guna tercapainya tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Jogja, 2 Mei 2016 pukul 22.00 WIB






SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.