Kamis, 12 Mei 2016
Horror Story ; “Pencuri” Uang Tak Kasat Mata
Seperti biasa, langkah kaki terdengar sibuk lalu lalang di depan
gedung kembar sebuah universitas swasta di Jogja. Sekilas terlihat kesibukan masyarakat kampus disitu, berlalu
lalang dengan tentengan tas rajut, tas kanvas, tas ransel hingga tas kresek kucel
sekalipun. pakaian yang mereka kenakan pun beragam, dari yang membuat nyaman
mata sampai yang menohok sekalipun, dari yang kedodoran menjuntai- juntai
tertiup angin sampai yang menghimpit setiap sudut tubuh, bak isi jajanan lemper
meronta keluar dari dalam slimut daun pisang. Ah masa muda, memang masa yang ber api- api.
Matahari masih belum sempurna berada tepat diatas bumi. Pada saat
itu merupakan minggu-minggu “seram” bagi sebagian mahasiswa. Entah seseram
acara reality show di tivi- tivi atau tidak. Tapi saya belum pernah melihat
mahasiswa sampai jungkir balik ketakutan, yang ada justru mereka sibuk dengan
usaha masing-masing demi benafas lega setelah tanggal deadline terakhir
pembayaran. Ya! Minggu seram bagi mereka, dikejar deadline pembayaran
semesteran. Memang sih tidak semua mahasiswa ketakutan, karena saya rasa
sebagian dari mereka masih beruntung diberi kemudahan untuk membayar uang
semesteran. Semoga Allah selalu memberkikan kemudahan kepada setiap hamba-Nya,
karena saya percaya …
لَايُكَلِّفُ
اللهَ نَفْسًااِلاَّ وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan
sesuai denggan kesanggupanya ..
(QS Al Baqarah : 286)
(QS Al Baqarah : 286)
Saya
lupa hari itu hari apa, saat itu saya sudah siap untuk cuss ke kampus. Akupun
teringat percakapan malam sebelumnya;
Saya : bi, beberapa hari lagi deadline terakhir
bayar uang semesteran lho
Babe : Berapa?
Diam sejenak teringat diskusi agak jahat
dengan Ibu
Saya : umm.. tiga juta bi
Babe : oh ya nanti abi kasih uangnya
Mulai resah, galau dengan jawaban nominal tiga juta yang aku sebutkan..
Babe
pun mendekat, berrrr dengan diiringi semerbak bau khas uang baru yang baru diambil dari bank.
Terlihat babe menyodorkan segepok uang ..
Babe :
ini nak uang buat bayar semesteran tiga juta, lebihnya buat kamu
Duh, mendadak jadi enak. Kekekeke Enak bercampur aduk galau karena uang yang dikasih lebih dari tiga juta(
melebihi ekspetasi)
Saya :
iya bi, makasih banyak
Akupun bergegas menuju ke kamar sambil
melirik Ibu dengan perasaan senang dan merinding .
Singkat
cerita saya udah berdiri tepat di pintu utama gedung kembar kampus sebelah
utara. Dengan perlahan saya mencoba tegar membawa uang yang diberikan babe
semalam. (Enggak biasa pegang uang banyak)
hehe
Eng
ing eng.. Lega!Alhamdulillah saya pun telah membayar uang semesteran sebelum
deadline terakhir pembayaran. Tapi sepertinya kelegaanku tidak bertahan lama,
karena pikiran dan hati saya berkecamuk. (duh kayak perang aja)..
Bersambung .......
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.












0 komentar: