Find Me On Facebook Clicking Here!

Ad 468 X 60

Free

Kamis, 12 Mei 2016

Widgets

Horror Story ; “Pencuri” Uang Tak Kasat Mata


Seperti biasa, langkah kaki terdengar sibuk lalu lalang di depan gedung kembar sebuah universitas swasta di Jogja. Sekilas terlihat  kesibukan masyarakat kampus disitu, berlalu lalang dengan tentengan tas rajut, tas kanvas, tas ransel hingga tas kresek kucel sekalipun. pakaian yang mereka kenakan pun beragam, dari yang membuat nyaman mata sampai yang menohok sekalipun, dari yang kedodoran menjuntai- juntai tertiup angin sampai yang menghimpit setiap sudut tubuh, bak isi jajanan lemper meronta keluar dari dalam slimut daun pisang.  Ah masa muda, memang masa yang ber api- api.
Matahari masih belum sempurna berada tepat diatas bumi. Pada saat itu merupakan minggu-minggu “seram” bagi sebagian mahasiswa. Entah seseram acara reality show di tivi- tivi atau tidak. Tapi saya belum pernah melihat mahasiswa sampai jungkir balik ketakutan, yang ada justru mereka sibuk dengan usaha masing-masing demi benafas lega setelah tanggal deadline terakhir pembayaran. Ya! Minggu seram bagi mereka, dikejar deadline pembayaran semesteran. Memang sih tidak semua mahasiswa ketakutan, karena saya rasa sebagian dari mereka masih beruntung diberi kemudahan untuk membayar uang semesteran. Semoga Allah selalu memberkikan kemudahan kepada setiap hamba-Nya, karena saya percaya …

لَايُكَلِّفُ اللهَ نَفْسًااِلاَّ وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai denggan kesanggupanya ..
(QS Al Baqarah : 286)
              
               Saya lupa hari itu hari apa, saat itu saya sudah siap untuk cuss ke kampus. Akupun teringat percakapan malam sebelumnya;
Saya     : bi, beberapa hari lagi deadline terakhir bayar uang semesteran lho
Babe    : Berapa?
Diam sejenak teringat diskusi agak jahat dengan Ibu
Saya     : umm.. tiga juta bi
Babe    : oh ya nanti abi kasih uangnya
Mulai resah, galau dengan jawaban nominal tiga juta yang aku sebutkan..
               Babe pun mendekat, berrrr dengan diiringi semerbak bau khas uang baru yang baru diambil dari bank. Terlihat babe menyodorkan segepok uang ..
           Babe       : ini nak uang buat bayar semesteran tiga juta, lebihnya buat kamu
Duh, mendadak jadi enak. Kekekeke Enak bercampur aduk  galau karena uang yang dikasih lebih dari tiga juta( melebihi ekspetasi)
           Saya        : iya bi, makasih banyak
Akupun bergegas menuju ke kamar sambil melirik Ibu dengan perasaan senang dan merinding .
               Singkat cerita saya udah berdiri tepat di pintu utama gedung kembar kampus sebelah utara. Dengan perlahan saya mencoba tegar membawa uang yang diberikan babe semalam. (Enggak biasa pegang uang banyak) hehe
               Eng ing eng.. Lega!Alhamdulillah saya pun telah membayar uang semesteran sebelum deadline terakhir pembayaran. Tapi sepertinya kelegaanku tidak bertahan lama, karena pikiran dan hati saya berkecamuk. (duh kayak perang aja)..

Bersambung .......
              

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.